PIALA DUNIA VS PIALA AKHIRAT
"Kalau untuk Piala Dunia saja manusia berjuang habis-habisan, bagaimana dengan Piala Akhirat?"
"Dan berlomba-lombalah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga..."
(QS. Ali Imran: 133)
DUNIA ADALAH SEBUAH PERTANDINGAN
Bayangkan...
Allah menciptakan dunia seperti sebuah turnamen yang sangat besar.
Semua manusia adalah peserta.
Tidak ada yang bisa menolak ikut.
Tidak ada pemain cadangan.
Begitu lahir...
Peluit pertandingan telah berbunyi.
"Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu..."
(QS. Al-Mulk: 2)
Setiap Orang Memiliki Tim
Dalam sepak bola ada tim.
Dalam kehidupan juga ada tim.
- Orang tua
- Guru
- Sahabat
- Pasangan
- Anak
- Komunitas
- Jamaah
Mereka bisa menjadi tim yang mengantarkan kemenangan...
atau justru membuat kita kalah.
Ada Pelatih
Pemain hebat selalu memiliki pelatih.
Mukmin juga demikian.
Pelatih kita adalah:
- Rasulullah ï·º
- Para Nabi
- Para Ulama
- Guru yang membimbing kepada Al-Qur'an dan Sunnah.
Tanpa pelatih...
Bakat saja tidak cukup.
Ada Buku Aturan
FIFA memiliki Laws of The Game.
Allah memiliki Al-Qur'an.
Wasit di lapangan akan meniup peluit jika aturan dilanggar.
Allah pun telah menetapkan halal dan haram.
Pemain yang baik bukan yang membuat aturan sendiri.
Tetapi yang tunduk kepada aturan.
Ada Wasit
Dalam pertandingan...
Wasit mengawasi setiap gerakan.
Dalam kehidupan...
Allah Maha Melihat.
Malaikat mencatat.
Tidak ada VAR yang bisa dimanipulasi.
Tidak ada kamera yang mati.
Tidak ada pelanggaran yang luput dari pengawasan.
Ada Waktu Pertandingan
Sepak bola hanya 90 menit.
Kehidupan mungkin 60 tahun.
70 tahun.
80 tahun.
Terlihat lama...
Namun dibandingkan akhirat...
Itu hanyalah beberapa menit.
Ada Latihan
Tim juara tidak lahir ketika final.
Mereka menang karena latihan bertahun-tahun.
Begitu pula seorang mukmin.
Shalat.
Puasa.
Tilawah.
Sedekah.
Qiyamul Lail.
Semua adalah latihan menuju pertandingan sebenarnya.
Ada Cedera
Dalam pertandingan...
Pemain bisa cedera.
Dalam kehidupan...
Iman juga bisa melemah.
Dosa adalah cedera hati.
Syahwat adalah robekan otot iman.
Syubhat adalah gegar akidah.
Namun...
Allah membuka pintu taubat.
Seperti dokter yang menyembuhkan pemain agar kembali bertanding.
Ada Transfer Pemain
Dalam sepak bola...
Pemain pindah klub.
Dalam kehidupan...
Manusia berpindah lingkungan.
Teman.
Pekerjaan.
Komunitas.
Hijrah menuju lingkungan yang baik sering kali menjadi awal kemenangan.
Ada Suporter
Pemain butuh dukungan.
Mukmin juga.
Majelis ilmu.
Orang shalih.
Keluarga.
Sahabat yang mengingatkan kepada Allah.
Mereka adalah suporter yang mendorong kita tetap istiqamah.
Ada Lawan
Dalam Piala Dunia lawannya negara lain.
Dalam kehidupan...
Lawan kita jauh lebih berat.
- Hawa nafsu.
- Setan.
- Kemalasan.
- Kesombongan.
- Cinta dunia yang berlebihan.
Inilah pertandingan yang sesungguhnya.
Ada Kartu Kuning
Dosa kecil...
Seperti kartu kuning.
Masih diberi kesempatan.
Masih bisa memperbaiki.
Masih bisa bertaubat.
Ada Kartu Merah
Ada dosa yang sangat berat.
Bahkan ada yang mengeluarkan seseorang dari keimanan bila memenuhi syarat-syaratnya menurut syariat.
Karena itu seorang mukmin harus berhati-hati dan segera kembali kepada Allah ketika tergelincir.
Ada Babak Penyisihan
Masa muda.
Masa sekolah.
Masa kuliah.
Masa bekerja.
Semua adalah fase penyisihan.
Belum final.
Masih ada kesempatan memperbaiki diri.
Final Ada Saat Kematian
Peluit akhir kehidupan adalah kematian.
Setelah itu...
Tidak ada lagi latihan.
Tidak ada lagi tambahan amal.
Tidak ada lagi kesempatan mengulang pertandingan.
Piala Dunia
Hadiahnya:
✔ Trofi
✔ Medali
✔ Bonus
✔ Popularitas
✔ Beberapa tahun dikenang.
Lalu...
Semua berlalu.
Piala Akhirat
Hadiahnya:
✔ Ampunan Allah
✔ Ridha Allah
✔ Surga
✔ Bertemu para Nabi
✔ Melihat wajah Allah (sebagai kenikmatan terbesar bagi penghuni surga)
✔ Kehidupan yang tidak akan pernah berakhir.
Ironi
Orang rela:
- Begadang demi sepak bola.
- Menghafal statistik pemain.
- Menonton seluruh pertandingan.
- Mengeluarkan jutaan rupiah.
Tetapi...
Untuk Al-Qur'an...
Sulit meluangkan 15 menit.
Untuk shalat berjamaah...
Masih terasa berat.
Untuk majelis ilmu...
Sering kali banyak alasan.
Sang Juara
Juara dunia...
Belum tentu juara akhirat.
Namun...
Juara akhirat adalah kemenangan yang tidak akan pernah berakhir.
Allah berfirman:
"Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia telah memperoleh kemenangan."
(QS. Ali Imran: 185)
Bukan piala yang menentukan nilai hidup kita.
Bukan tepuk tangan manusia.
Bukan sorakan penonton.
Tetapi bagaimana kita mengakhiri pertandingan kehidupan dengan iman, amal saleh, dan husnul khatimah.
Penutup
Piala Dunia diperebutkan oleh puluhan negara dan hanya satu yang menjadi juara.
Piala Akhirat tidak dibatasi kuota juara. Siapa pun yang beriman, beramal saleh, dan memperoleh rahmat Allah memiliki harapan untuk meraih kemenangan.
Karena itu, jangan sampai kita menghabiskan seluruh tenaga mengejar kemenangan yang sementara, tetapi melupakan kemenangan yang kekal.
"Pertandingan dunia hanya berlangsung sesaat. Pertandingan menuju akhirat menentukan nasib kita untuk selama-lamanya."

0 Komentar